Kabarterkini.biz – Kabar Terkini, Jakarta – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut partainya terus memperkuat wajah kerakyatan dan kebudayaan partai. Untuk itu, disain rekrutmen dan kaderisasi diperkuat dan dijalankan untuk menanamkan ideologi kepada para kader, supaya mereka memahami permasalahan masyarakat dan memperkuat ikatan emosional dengan Bung Karno, Sang Proklamator RI.
“PDI Perjuangan tidak menutup mata masih ada kekuarangan. Masih ada kendala sumber daya manusia. Tapi PDI Perjuangan bergerak dengan penuh keyakinan melakukan perbaikan internal supaya PDI Perjuangan tampil dengan wajah ideal partai,”kata Hasto.
“Di seluruh wilayah yang telah selesai pilkada, PDI Perjuangan menjalankan proses kaderisasi kepemimpinan sebagai jawaban atas kritik masyarakat terhadap partai,”sambung Hasto.
Hasto menerangkan kalau kader PDI Perjuangan di Gunung Kidul misalnya tidaklah berdiri sendiri. Akan tetapi menjadi kekuatan partai dari Sabang hingga Merauke.
“Kader ini akan ditugaskan ke daerah lain, termasuk ke Aceh, dan Papua. Sehingga membangun keindonesiaan yang satu bisa dijalankan. PDI Perjuangan tidak mengenal seseorang dari unsur agama atau ras, semua sama. Indonesia bukan untuk agama tertentu, bukan untuk suku tertentu tapi Indonesia untuk semua,”ucapnya.
Oleh sebab itulah, ucao Hasto, kader PDI Perjuangan bakal mendapat penugasan untuk tinggal di luar wilayahnya untuk memperkuat keindonesiaan kader partai.
Hasto juga memberitahu kader untuk mendekati dan merekrut kaum muda khususnya kalangan SMA dan diberi penjelasan soal kepeloporan dan kepemimpinan Bung Karno. Apalagi sejarah mencatat Bung Karno sangat memberi perhatian kepada kaum muda.
“Anak SMA tunas bangsa yang mesti ditimbuhkembangkan. Partai mesti bisa menumbuhkan semangat ke anak muda,”katanya.
Sedangkan calon bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo dalam kesempatan itu menerangkan berbagai hal yang dapat dilakukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Dia lalu menceritakan berbagai program kerakyatan yang dilaksanakan sewaktu menjabat jadi Bupati Kulonprogo. Salah satunya memanfaatkan sumber daya alam untuk menopang kemandirian di bidang ekonomi.
Pada bagian lain sambutannya, Hasto Wardoyo mengatakan Indonesia membutuhkan inovator bukan provokator. Dia meminta kader PDI Perjuangan untuk melakukan inovasi walaupun itu dimulai dari hal-hal kecil.
“Saat ini telah banyak motivator, tapi Indonesia butuh inovator. Indonesia memerlukan mentor, bukan provokator,”ucap Hasto.
